A digital abstract concept representation of several AI digital agent/avatar, all busy working and connected to the network.

10 AI Tools yang Paling Banyak Disukai di Indonesia Tahun 2025

2. Google Bard / Gemini

Google Bard / Gemini adalah salah satu AI tools yang paling banyak dibicarakan di Indonesia setelah ChatGPT. Gemini dikembangkan langsung oleh Google dengan basis teknologi PaLM 2 (Pathways Language Model) yang menjadi fondasi untuk kemampuan pemahaman bahasa alami, penalaran, hingga menghasilkan teks yang kontekstual. Sejak awal diluncurkan, Gemini ditujukan untuk menjadi saingan utama ChatGPT, namun dengan keunggulan integrasi langsung dengan ekosistem Google yang sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia, seperti Google Search, Gmail, Google Docs, dan YouTube.

Kegunaan Google Gemini sangat beragam. Banyak pelajar dan mahasiswa di Indonesia yang memanfaatkannya untuk membuat rangkuman materi kuliah, menjawab pertanyaan secara cepat, atau membantu menulis esai dengan bahasa yang rapi. Para profesional dan pekerja kantoran menggunakannya untuk merancang ide konten marketing, membuat draft email bisnis, hingga melakukan riset data singkat yang terhubung dengan hasil pencarian Google secara real-time. Hal ini menjadi salah satu keunggulan utama Bard dibandingkan ChatGPT versi gratis, karena Gemini memiliki akses langsung ke internet sehingga jawabannya lebih mutakhir.

Dari segi kemudahan penggunaan, Google Gemini termasuk sangat user-friendly. Antarmukanya minimalis, hampir mirip dengan Google Search yang sederhana dan mudah dipahami. Pengguna hanya perlu mengetik pertanyaan atau instruksi, lalu Gemini akan merespons dalam hitungan detik. Tidak ada proses teknis yang rumit, sehingga pengguna baru pun bisa langsung terbiasa. Bahkan, beberapa pengguna di Indonesia menganggap Gemini lebih praktis dibandingkan ChatGPT karena tidak perlu membuat akun tambahan di luar ekosistem Google yang sudah mereka gunakan sehari-hari.

Terkait biaya penggunaan, Google Gemini saat ini masih tersedia secara gratis di Indonesia. Google tampaknya ingin memperluas adopsi Gemini dengan strategi freemium, yaitu membiarkan sebanyak mungkin orang mencoba tanpa hambatan biaya, sambil menyiapkan kemungkinan integrasi berbayar di masa depan melalui produk seperti Google Workspace. Hal ini menjadikan Gemini salah satu AI tools gratis paling populer di Indonesia, terutama untuk pengguna yang ingin mencoba kecerdasan buatan tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Namun, meskipun memiliki banyak keunggulan, Gemini tetap memiliki banyak tantangan. Misalnya, meski bisa mengakses internet, terkadang jawaban yang diberikan terasa terlalu singkat atau kurang mendalam dibandingkan ChatGPT. Selain itu, sebagian pengguna merasa bahwa gaya bahasa Gemini lebih kaku dan terasa “robotik” dibandingkan AI generative lain yang lebih luwes. Walaupun begitu, popularitasnya tetap meningkat pesat karena nama besar Google yang sudah dipercaya masyarakat Indonesia sejak lama.

Secara keseluruhan, Google Gemini menempati posisi penting dalam daftar AI tools terbaik di Indonesia tahun ini. Dengan akses real-time ke internet, integrasi ekosistem Google, kemudahan penggunaan, serta gratisnya layanan, Gemini berhasil menarik minat dari pelajar, pekerja, hingga kreator konten. Ia tidak hanya menjadi pesaing ChatGPT, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat Indonesia untuk semakin terbiasa dengan penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari.

3. Canva AI

Canva AI menjadi salah satu AI tools yang paling banyak digunakan di Indonesia, terutama karena posisinya yang sudah kuat sebagai platform desain grafis yang mudah diakses oleh siapa saja. Canva awalnya dikenal sebagai solusi bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan desain profesional, namun tetap ingin menghasilkan visual yang menarik untuk presentasi, media sosial, poster, hingga materi marketing. Seiring dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, Canva kemudian menambahkan fitur berbasis AI yang semakin mempermudah penggunanya.

Salah satu fitur yang paling populer adalah Magic Design dan Magic Write, yang memungkinkan pengguna membuat desain atau konten tulisan hanya dengan memberikan input sederhana berupa kata kunci atau instruksi singkat. Misalnya, seorang pemilik bisnis kecil yang ingin membuat poster promo dapat cukup menuliskan deskripsi produk dan gaya desain yang diinginkan, lalu Canva AI akan menghasilkan beberapa opsi desain yang siap dipakai. Dengan demikian, waktu yang biasanya terbuang untuk brainstorming atau mengatur layout bisa dipangkas secara signifikan.

Kehadiran Canva AI juga mengubah cara banyak pelaku UMKM dan content creator bekerja. Mereka tidak lagi harus menguasai software desain kompleks seperti Photoshop atau Illustrator untuk mendapatkan hasil yang profesional. Bahkan untuk mahasiswa atau karyawan kantor, Canva menjadi solusi praktis saat harus membuat presentasi cepat dengan tampilan menarik. Tingkat kesulitannya relatif rendah; hampir semua orang yang terbiasa menggunakan aplikasi digital dasar dapat dengan mudah mempelajari cara kerja Canva AI hanya dalam beberapa menit.

Dari sisi model bisnis, Canva menawarkan dua pilihan: versi gratis dan versi berbayar (Canva Pro). Pengguna gratis tetap bisa menikmati sebagian besar fitur AI, meskipun dalam batas tertentu. Namun untuk akses penuh ke semua template, stok foto premium, dan kemampuan AI yang lebih lengkap, pengguna perlu berlangganan Canva Pro dengan biaya bulanan atau tahunan. Bagi banyak pengguna di Indonesia, harga tersebut masih cukup terjangkau jika dibandingkan dengan manfaat dan fleksibilitas yang ditawarkan.

Karena alasan inilah Canva AI berhasil mendapatkan tempat istimewa di hati banyak orang. Kombinasi antara kemudahan penggunaan, hasil yang profesional, serta integrasi fitur AI yang praktis menjadikannya salah satu tools yang sangat disukai di Indonesia tahun ini.

4. Grammarly

Grammarly adalah salah satu AI tool yang sudah lama populer di kalangan penulis, pelajar, maupun profesional di Indonesia. Awalnya diluncurkan pada tahun 2009, Grammarly berkembang dari sekadar pemeriksa tata bahasa sederhana menjadi asisten menulis berbasis AI yang canggih. Tool ini bekerja dengan mendeteksi kesalahan ejaan, tata bahasa, tanda baca, hingga gaya penulisan. Seiring perkembangan teknologi, terutama integrasi dengan AI generatif, Grammarly kini mampu memberikan saran yang lebih kontekstual dan natural, bahkan menyesuaikan dengan tone atau tujuan penulisan tertentu, misalnya formal, santai, atau persuasif.

Penggunaannya tergolong mudah karena Grammarly dapat diakses melalui extension browser, aplikasi desktop, maupun mobile. Hal ini membuatnya fleksibel digunakan baik saat menulis email, menyusun laporan kerja, membuat konten blog, maupun sekadar chatting dalam bahasa Inggris. Di Indonesia sendiri, banyak pelajar dan pekerja kantoran memanfaatkan Grammarly untuk meningkatkan kualitas tulisan mereka dalam bahasa Inggris, apalagi mengingat kebutuhan komunikasi internasional yang semakin tinggi.

Grammarly tersedia dalam versi gratis yang sudah cukup membantu untuk koreksi dasar. Namun, untuk fitur-fitur lanjutan seperti pengecekan gaya penulisan, saran peningkatan kosakata, hingga deteksi plagiarisme, pengguna perlu berlangganan versi Premium dengan biaya bulanan atau tahunan. Meski berbayar, banyak pengguna menganggapnya investasi yang sepadan karena meningkatkan kualitas komunikasi tertulis secara signifikan. Dengan kombinasi kemudahan penggunaan, dukungan multi-platform, dan saran berbasis AI yang semakin pintar, Grammarly menjadi salah satu AI tool yang terus dicintai dan digunakan secara luas di Indonesia hingga saat ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *